KUPANG, SWARAROTE.COM–Di tengah suasana yang penuh martabat dalam kunjungan Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf di Kota Kupang, masyarakat Rote Ndao menangkap sebuah pesan ‘saya pernah ke Rote tahun 2006’.

Kalimat singkat itu mungkin terdengar biasa bagi banyak orang. Namun bagi masyarakat di pulau paling selatan Indonesia, kalimat tersebut menghadirkan rasa bangga sekaligus keyakinan bahwa Rote Ndao belum pernah hilang dari ingatan pemerintah pusat.

Selama bertahun-tahun berlalu sejak kunjungan itu, diikuti pertumbuhan generasi yang berganti, anak-anak pun tumbuh dengan mimpi-mimpi mereka. Sebagian masih harus berjuang di tengah keterbatasan ekonomi keluarga untuk bersekolah mengejar masa depan.

Karena itu, ketika Mensos Saifullah, mendorong pemerintah Rote Ndao mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat, pesan tersebut terasa seperti sebuah panggilan untuk bergerak lebih cepat.

Sebab, Sekolah Rakyat memang dirancang untuk membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mengubah nasib melalui pendidikan.

Sehingga syarat penyediaan lahan seluas 10 hektare yang disampaikan Mensos Saifullah, dipandang bukan sebatas urusan administrasi. Di baliknya tersimpan peluang besar yang dapat menentukan masa depan ribuan anak di daerah ini.

“Beta (saya) bangga saat pa Mensos bilang pernah ke Rote tahun 2006,” kata Wabup Apremoi, kepada awak media, Selasa (2/6).

“Dengar itu, dalam hati beta bilang puji Tuhan, dan kepada beliau, pa Mensos, beta langsung sampaikan bahwa masyarakat Rote Ndao menanti kehadiran bapak menteri untuk hadir lagi di sana,”  sambungnya.

Menurut Wabup Apremoi, momentum tersebut harus disambut dengan keseriusan dan kerja cepat agar Rote Ndao agar tidak tertinggal dari daerah lain yang sudah berproses.

Sebab ketika Sekolah Rakyat benar-benar hadir di tanah paling selatan negeri ini, yang dibangun bukan hanya ruang kelas dan asrama. Tetapi harapan baru bagi anak-anak yang selama ini bermimpi dalam keterbatasan.

Dirinya kemudian menyampaikan sejumlah pejabat daerah yang ikut mendampingi Mensos Saifullah, meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang.

“Beliau sampaikan itu (pernah ke Rote) ada bapak Gubernur dan Wabgub NTT, anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, Walikota Kupang, Bupati dan Wakil Bupati Kupang, serta beberapa pejabat kementerian,” jelas Wabub Apremoi.

“Dalam kunjungan itu, pa Mensos sampaikan untuk kita (Rote Ndao) percepat syarat administrasi untuk memulai pembangunan Sekolah Rakyat. Kita juga diminta jangan kalah dari Kabupaten Kupang yang progres pembangunan 70 persen,” ungkapnya. (*/SR/EK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *