KUPANG, SWARAOTE.COM–Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan Pemerintahannya tidak ingin terjebak dalam pola pembangunan yang lambat, tumpang tindih, dan minim dampak bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikannya saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Aston Kupang Hotel & Convention Center, Kamis (7/5).
Gubernur Melki menilai, pembangunan hanya akan berhasil jika ditopang birokrasi yang cepat, efektif, adaptif, dan berorientasi pada hasil nyata.

Karena itu, penguatan tata kelola pemerintahan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan NTT tahun 2027.
Dan pemerintah ingin memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan tidak berhenti hanya di atas dokumen perencanaan.
Untuk itu, pemerintah mendorong optimalisasi pendapatan daerah, penguatan pengelolaan aset, percepatan digitalisasi pemerintahan, serta integrasi data pembangunan di seluruh sektor.

Langkah tersebut dipandang penting agar proses pelayanan publik menjadi lebih cepat dan transparan.
Begitu juga keinginannya untuk meminimalkan tumpang tindih program yang selama ini sering menghambat efektivitas pembangunan daerah.
Sehingga forum Musrenbang itu dipandangnya sebagai ruang menyatukan visi pembangunan antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
“Kita ingin setiap kebijakan dan program dilaksanakan secara tepat sasaran, efisien, dan akuntabel,” tegas Gubernur Melki. (*/SR/EK)