OELUNGGU, SWARAROTE.COM–Di ruang-ruang kelas sederhana SD GMIT Oesamboka, terpancar senyum kecil yang tumbuh bersama lembaran buku tulis yang baru dibagikan.
Bagi sebagian orang mungkin itu hanya alat sekolah biasa, tetapi bagi Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Rote Ndao, buku-buku itu adalah tempat pertama anak-anak belajar menulis masa depan mereka.
Bersama Yayasan Pendidikan Kristen (Yupenkris) Rote Ndao, aksi sosial itu dilakukan dengan membagi 150 paket, berupa buku, pulpen dan juga susu kotak kepada para siswa di sekolah tersebut.

“Dari GAMKI Rote Ndao, ingin memotivasi adik-adik untuk tidak takut bermimpi,” kata ketua GAMKI Rote Ndao, kepada SWARAROTE.COM, Jumat (295).
Jorhans, yang kerap disapa Hans, mengaku pembagian itu tidak dilakukan sendiri. Ia didampingi wakil ketua I, Absalom Polin, Bendahara, Yanti Pandie, Wakil Bendahara Eflin Katu, Kabid Perempuan dan Anak Vivi Manafe, serta sekretaris bidang (Sekbid) pendidikan, Jemy Moy.
“Yang kami lakukan ini cuma sekedar untuk memotivasi adik-adik kita,” kata Hans
“GAMKI tidak sendiri. Ada juga dari Yupenkris, yang kebetulan pak Absalom adalah ketuanya,” sambung Hans.

Menurutnya, banyak mimpi besar justru lahir dari lingkungan sederhana, selama anak-anak diberi semangat dan perhatian untuk terus percaya pada masa depan mereka.
“Ini sekadar untuk memotivasi adik-adik supaya berani menulis mimpi mulai dari bangku SD,” jelasnya
“Sedangkan susu kotak sebagai bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak-anak,” jelasnya lagi.

Bagi GAMKI dan Yupenkris, kepedulian terhadap pendidikan tidak selalu harus dimulai dari hal besar.
Tetapi langkah sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak diyakini mampu meninggalkan bekas yang panjang dalam perjalanan hidup mereka.
“Kalau hari ini mereka belajar menulis di buku kecil itu, maka itulah yang kelak di capai di masa depan,” kata ketua Yupenkris Rote Ndao, Absalom Polin.
“Karena semua anak berhak punya mimpi setinggi langit,” sambungnya. (*/SR/EK)