BA’A, SWARAROTE.COM-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rote Ndao mempercepat langkah mengejar target 1.724 akseptor dalam program Keluarga Berencana (KB) tahun 2026.

Sebuah angka yang menuntut kerja terukur dan respons cepat, digalakan melalui pelayanan KB serentak dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Sekaligus menjadi strategi percepatan capaian secara signifikan, di mana data pelaksanaannya di bulan April 2026 menunjukkan capaian baru berada di angka 686 akseptor.

Artinya, masih tersisa 1.038 akseptor yang harus segera dikejar dalam waktu yang relatif terbatas.

Dari total target tersebut, metode implan mendominasi dengan 1.700 akseptor. Sementara itu, metode IUD ditargetkan sebanyak 14 akseptor, serta pencabutan implan sebanyak 10 akseptor.

Dengan komposisi itu, pemerintah daerah menaruh fokus utama pada pelayanan KB pascapersalinan (KBPP) sebagai pintu masuk percepatan capaian target.

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, menegaskan bahwa data target tidak boleh dipandang sekadar statistik administratif. Melainkan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.

“Target ini bukan sekadar angka, tetapi tanggung jawab kita untuk memastikan keluarga-keluarga di Rote Ndao hidup lebih sehat dan terencana,” tegas Wabup Apremoi saat membuka pelayanan KB serentak secara daring dan luring, Selasa (5/5). (*/SR/EK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *