SUELAIN, SWARAROTE.COM–Bukit Teletabis di Desa Suelain Kecamatan Lobalain, kini memiliki wajah baru setelah mendapat perhatian dari anggota DPRD Rote Ndao, Absalom Polin.
Kawasan yang selama ini gelap gulita setelah matahari terbenam, perlahan berubah menjadi tempat berkumpul warga dan pengunjung berkat pemasangan lampu tenaga surya, setelah reses anggota DPRD tersebut.
Perubahan itu tidak hanya menghadirkan cahaya di puncak bukit, tetapi juga menghidupkan aktivitas masyarakat hingga malam hari. Pengunjung yang sebelumnya harus turun sebelum gelap kini bisa menikmati suasana malam dengan lebih nyaman.

Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Suelain, Dance Mbado, mengatakan lampu tenaga surya yang dipasang Absalom, menyala otomatis setiap malam, dan memberikan penerangan yang cukup bagi kawasan wisata itu.
“Itu lampu kalau malam menyala sendiri, dan menyala terang. Ada dua mode, terang dengan setengah terang,” ujarnya.
Menurutnya, Bukit Teletabis saat ini menjadi salah satu titik rekreasi favorit masyarakat. Setiap akhir pekan kawasan tersebut dipadati pengunjung, bahkan tidak sedikit yang memilih berkemah dan menginap hingga pagi.

Keberadaan lampu tenaga surya menjadi solusi penting karena jaringan listrik belum menjangkau kawasan perbukitan tersebut. Selama bertahun-tahun, kegelapan menjadi kendala utama bagi aktivitas warga setelah senja.
“Karena listrik belum sampai di situ. Batu mentok (sebatas) di rumah-rumah warga,” katanya.
Kini suasana berbeda mulai terasa. Kehadiran penerangan yang dihadirkan Absalom, membuat kawasan wisata tetap hidup pada malam hari. Sekaligus memberi kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk berjualan dan melayani pengunjung.

Warga pun menilai bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat dan pengembangan potensi wisata desa yang selama ini terhambat keterbatasan infrastruktur dasar.
“Bapak dewan Absalom yang pasang. Jadi sekarang malam su mulai ramai di situ,” kata Dance.
“Itu perhatian Bapak Absalom untuk katong, lebih khusus warga Dusun Soktuanan, supaya malam-malam orang bisa bajual di situ karena ada lampu. Pengunjung su (sudah) bisa sampai malam,” tambahnya. (*/SR/EK)