BO’A, SWARAROTE.COM–Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akhirnya membongkar paksa blokade jalan di Desa Bo’a yang dilakukan kelompok Gerakan Masyarakat Pesisir (Gemap), Kamis (20/11).

Pembongkaran dilakukan dengan menggunakan Wheel Loader, setelah akses utama menuju kawasan wisata Pantai Bo’a dinilai mengganggu mobilitas warga dan iklim investasi, termasuk aktivitas PT Bo’a Development.

Aparat TNI/Polri mengawal ketat proses pembongkaran. Pemerintah Desa dan sejumlah warga turut hadir menyaksikan jalur dibersihkan.

Hanya dalam waktu singkat, material penghalang berhasil disingkirkan dan jalan kembali dapat dilalui masyarakat umum.

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga, terutama menjelang peningkatan aktivitas wisata di Bo’a yang terus berkembang.

“Kami ke sana (Bo’a) hanya untuk bongkar blokade. Karena itu akses publik maka tidak boleh ada blokade-blokade jalan,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kabupaten Rote Ndao, Nyongki F. Ndoloe, kepada awak media, Kamis (20/11)

Ditegaskan bahwa, akses publik adalah hak seluruh warga dan tidak boleh dihambat.

Sehingga dengan dibukanya jalan tersebut, pemulihan arus transportasi, ekonomi lokal, serta kegiatan pariwisata di Rote Barat diharapkan kembali berjalan normal.

“Tentu kami pemerintah terus berharap yang baik untuk semua pihak,” harapnya. (*/SR/EK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *