BOLOK, SWARAROTE.COM–Pelabuhan Bolok-Kupang, dengan hiruk pikuk penumpang kapal Ferry Garda Maritim, menyisakan satu cerita berbeda, Senin (15/9) sore.

Di antara kerumunan itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, ikut menumpang, tanpa protokoler, apalagi fasilitas khusus.

Ia datang bersama dua putranya, Ferel dan Bobby. Mereka menempati dua kasur seadanya di atas kapal itu. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk kedua anaknya berbagi ruang sempit. Tak ada jarak dengan penumpang lainnya, dan tidak ada perlakuan istimewa.

Senyumnya tetap mengembang saat penumpang lain menyapanya. Wajah lelah pun tak menyurutkan keramahan, yang terus meladeni ajakan berswafoto dengan sejumlah  penumpang Kupang-Rote dengan santai.

Suasana kecil dan tak biasa itu, menggores kesan bahwa seorang pejabat pun bisa hadir apa adanya.

Perjalanan kali ini ia (Apremoi) tempuh sepulang dari Kupang, usai menghadiri perayaan 12 tahun Christian Ministry Church.

Apremoi, yang diundang, memilih hadir dengan kesederhanaan, tanpa seremoni, tanpa gemerlap protokol.

Di tengah perjalanan pulangnya ke Rote Ndao, ia bertemu teman lama, Merlin Kore. Keduanya duduk berdekatan, bercakap-cakap tentang masa SMA di Pantai Baru. Gelak tawa kecil yang muncul, menyingkirkan rasa penat dalam perjalanan balik ke Rote.

Apa yang dilakukannya bukanlah hal besar. Tapi memantik kagum para penumpang yang melihat sosok pemimpin yang tidur bersama rakyat.

“Ibu Wakil kenapa sonde numpang kapal bahari,” tanya seorang penumpang yang mengaku bernama Martha, serasa tak percaya.

“Ini juga bagus. ada kasur yang bisa tidur, bisa bacerita,” jawab Wabup Apremoi.

Tidur bersama rakyat, menurutnya bukan sekadar pilihan. Tetapi simbol cinta tulus dari seorang pemimpin yang tumbuh dari kebersamaan, yang dipilih untuk ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat.

Dan dari kasur kapal Garda Maritim yang sederhana itu, Apremoi telah membangun cinta dengan rakyatnya, yang tanpa jarak, dan terukir dalam cerita yang tak pernah putus.

“Katong su biasa begini, jadi bukan hal baru,” jelas Wabup Apremoi.

“Ini kan pilihan. Biar lambat tapi tetap sampai tujuan. (*/SR/EK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *